Rabu pagi tanggal 28 Maret 2007, sekitar pukul 5 dini hari Cingki telah melahirkan 5 ekor anak dari kehamilannya yang kedua dari Canggen. Peristiwa yang menakjubkan, saya tidak tahu harus berbagi kebahagiaan dengan siapa ketika melihat geliatan kelima makhluk mungil tak berdaya. Beberapa teman saya yang masih tidur tampak sulit untuk membuka matanya ketika saya usik.
Hehehe… mantep ga, paragraf pembukanya? Mengharukan gitu yak? Ini cerita kelahiran anak hamster yang kedua di rumah gw.
Sejak kapan ada hamster di rumah kontrakan gw? Begini ceritanya..
Peliharaan di rumah kontrakan gw akhirnya bertambah selain tikus yang biasa keluyuran seenaknya di dalam rumah, walaupun sebenernya tuh peliharaan masih kerabat dekat dari sang tikus. Alkisah rumah kami mulai memelihara hamster sejak 3 bulan lalu. Waktu itu memasuki musim liburan, salah seorang teman gw membawa hamsternya ke rumah gw untuk dititipkan. Siang itu dia memang ingin pulang ke Jakarta, di mana dia punya lebih banyak lagi hamster. Hamster yang dia titipkan dibawanya pula dari Jakarta belum lama itu. Akhirnya sejak hari itu para penghuni rumah, gw dan teman-teman yang lain, mulai bermain-main dengan sepasang hamster titipan. Para lelaki yang kesehariannya biasa berlaku kasar pun mulai menunjukkan kelemahlembutannya kepada hamster tersebut, tentu saja HANYA kepada sepasang hamster itu, TIDAK LEBIH…
Semakin dekat kami dengan kedua kerabat tikus tersebut, sampai tibanya hari pengambilan kembali oleh ‘Ibu hamster’, panggilan kami buat sang pemilik. Karena walaupun sudah cukup dekat dengan para hamster tetap saja kami malas untuk membersihkan kandangnya hingga sang ‘Ibu’ datang dan membersihkannya. Namun entah kenapa, mungkin karena tidak tega memisahkan kami dengan para hamster, akhirnya kedua makhluk mungil itu tetap ditinggalkan di rumah kami.
Setelah melewati didikan yang berat dari kami, pasangan hamster tersebut akhirnya mengikuti kodratnya sebagai makhluk hidup, melakukan regenerasi. Tanggal 22 Februari 2007 Cingki melahirkan 2 orang anak. Anak hamster sangat mungil, pendapat kami pertama kali melihatnya adalah, "Mirip permen Yuppi!". Mereka kami beri nama Cuanki dan Ciomay.
Hal pertama yang harus dilakukan sesuai saran dokter kandungan hamster (emang ada??) adalah memisahkan bapaknya dari kandang. Katanya siy bapaknya bakal makan anaknya kalau dibiarkan tetap di kandang. Jadilah sebuah keranjang sampah jadi kandang baru Canggen. Malang sekali nasibmu nak..
Akhirnya Cingki mulai membesarkan anaknya hingga suatu hari musibah menimpa seekor anak. Ciomay tak bisa bertahan hidup, menyisakan Cuanki yang masih hidup sampai sekarang. Setelah 3 minggu Cuanki telah bertransformasi dari permen yuppi menjadi hamster asli dengan warna bulu putih keabuan berdasar sedikit emas dengan garis hitam di punggungnya. Cuanki yang telah dewasa menunjukkan tiba waktu pulangnya Canggen, sang bapak ke dalam kandang. Akhirnya mereka pun berkumpul sekeluarga dan bermain bersama. Namun entah karena terlalu lama sendirian di keranjang sampah, Canggen tampak nafsu sekali mengejar Cingki untuk melepas rindunya. Alhasil baru selang seminggu setelah kepulangan Canggen, Cingki sudah hamil lagi. Melihat tanda-tanda kehamilan Cingki, perut membuncit dan puting susu keluar, Canggen dan Cuanki langsung dipisahkan dari sang Ibu. Canggen memang benar-benar pejantan tangguh..
Setelah dugaan hamil itu, setiap hari kami selalu menunggu kehadiran buah hati Cingki yang baru. Dan akhirnya hari itu tiba. Kronologisnya begini: pukul 4.00 Cingki masih terlihat berlari-lari, namun dia telah mengumpulkan serbuk kayu di pojokan untuk tempat merebahkan diri. Lalu pukul 5.00 Cingki terlihat sedang merebahkan dirinya di kasur buatannya sambil sedikit terengah-engah. Awalnya saya tidak curiga bahwa sesuatu sedang terjadi, hingga akhirnya beberapa menit kemudian saya melihat 5 butir daging merah kecil ada di bawah perut Cingki. Yak, anak Ibu sudah lahir dengan selamat, kembar lima… kata dokter yang membantu proses kelahirannya (???).
Sampai dua hari ini syukurnya kelima anak mereka masih bertahan hidup. Kami masih mencari nama yang pas buat mereka. Nama yang telah diusulkan, entah kenapa selalu diawali huruf C: Cireng, Cilok, Cendol, sampai Cicaheum, Ciroyom. Hehe.. macem angkot aja… Mungkin kami butuh waktu untuk menentukan, atau kalau punya saran nama boleh juga disampaikan via pos ke alamat rumah kami di Cisitu Baru 65. wakwaw….
Ini foto Cingki dan anak-anaknya…
